Investasi Murah Untuk Mahasiswa

5 Cara Memulai Investasi Murah Untuk Mahasiswa

Investasi Murah Untuk Mahasiswa sekarang ini jika kamu masih menjadi seorang mahasiswa, kamu juga bisa mulai investasi loh! Karena investasi saat ini tidak perlu membutuhkan modal besar untuk memulainya. Dengan menyisihkan uang bulanan atau uang jajan kamu Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu kamu juga sudah bisa berinvestasi. Lalu bagaimana cara memulai investasi murah untuk mahasiswa?

Cara Memulai Investasi Murah Untuk Mahasiswa

Berikut ini kami akan memberikan beberapa cara memulai investasi untuk mahasiswa dengan modal kecil yang menguntungkan.

1. Reksa Dana

Pertama kami akan merekomendasikan mahasiswa untuk memulai investasinya di reksadana. Karena bisa dikatakan investasi rutin di reksadana bisa lebih menguntungkan dibandingkan kamu menabung rutin di bank. Karena return atau keuntungan yang didapatkan dari investasi reksadana bisa mancapai 4% hingga 7,5% per tahun.

Jadi nantinya uang yang kamu investasikan di reksadana bisa dimasukan ke saham, obligasi, deposito, dan lainnya melalui manager investasi.

Reksadana sendiri adalah salah satu jenis investasi murah yang dibantu oleh Manager Investasi yang profesional dan berpegalaman untuk mengelola dana investasi pada investornya. Jadi nantinya para investor akan menyetorkan modal ke manajer investasi, dan manajer investasi akan mengelolanya untuk diinvestasikan di pasar saham, pasar uang atau pendapatan tetap.

Jadi kamu sebagai mahasiswa tidak perlu memikirkan instrumen investasi mana yang cocok untuk dipilih yang menguntungkan mana saja. Cukup memilih manajer investasi yang memberikan performa return yang menjanjikan. Untuk memulai investasi reksadana ada banyak platform dan aplikasi yang bisa kamu pilih seperti Bibit, Bareksa, Pluang, Ajaib, OVO Invest dan lainnya.

2. Investasi Emas

Cara investasi murah untuk mahasiswa lainnya yang bisa dipilih adalah investasi emas. Karena semua orang pasti mengetahuinya bahwa investasi emas adalah investasi yang aman dan memiliki harga per tahun cenderung mengalami kenaikan.

Ketika menyimpan atau investasi emas, potensi risiko terkena inflasi adalah sangat rendah. Ditambah lagi investasi emas bersifat liquid, artinya bisa diperjualbelikan dengan mudah. Jadi ketika kamu butuh uang cepat, kamu bisa menjual emas dengan cepat.

Untuk keuntungan investasi emas per tahunnya bisa mencapai 2% hingga 4%. Jika modal kamu belum banyak dan belum bisa membeli emas Antam 1 Gram, kamu bisa memulainya dengan menabung emas digital atau online dengan minimal Rp 10 ribu saja.

3. Investasi Deposito

Kemudian kamu sebagai mahasiswa juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan investasi di deposito. Karena deposito juga merupakan cara investasi murah, minim risiko dan aman yang bisa dipilih oleh mahasiswa.

Tidak hanya untuk mahasiswa, untuk orang yang baru terjun ke dunia investasi, memilih investasi di deposito juga jadi pilihan tepat. Cara kerja investasi deposito sama seperti kamu menabung di bank. Yang membedakan adalah ada jangka waktu yang ditetapkan saat membuka deposito.

Jadi selama jangka waktu 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun, sesuai dengan jangka waktu yang kamu pilih. Uang kamu depositokan tidak boleh diambil sewaktu-waktu, harus sesuai dengan jangka waktu deposito yang kamu pilih.

Untuk keuntungan dari bunga deposito di bank, umumnya akan mendapatkan bunga sektiar 5% hingga 8% per tahun. Tetapi kelemahan investasi di deposito akan ada potongan jadi kamu tidak akan menerima keuntungan penuh dari persentase 5%-8% tersebut.

4. Investasi P2P Lending

P2P Lending atau Peer to Peer Lending juga menjadi insrumen investasi yang mulai banyak dilirik investor pemula, termasuk mahasiswa. Karena saat ini ada banyak platform P2P Lending yang bisa kamu gunakan untuk investasi dengan modal hanya Rp 100 ribu.

Cara kerja dari P2P Lending adalah mengumpulkan uang investor ke platform P2P Lending dan kemudian akan salurkan kepada pihak yang membutuhkan modal, contohnya usaha UMKM.

Dan investor akan mendapatkan keuntungan investasi dari bunga yang dibayarkan peminjam bisa mencapai 20% per tahun. Risiko dari investasi P2P Lending termasuk tinggi, karena tidak ada penjamin yang akan menjamin kerugian disebabkan dari investasi ini. Tidak seperti investasi deposito Bank dimana ada penjaminnya yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

5. Trading Saham

Cara memulai investasi murah untuk mahasiswa selanjutnya adalah dengan trading saham. Dimana mahasiswa bisa menginvestasikan uangnya di bursa efek Indonesia. Kamu bisa membeli saham dari perusahaan yang terdaftar di BEI.

Tetapi dibandingkan beberapa jenis investasi lain yang disebutkan di atas, investasi saham risikonya lebih tinggi, tetapi juga paling menguntungkan. Di saham kamu bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan cara investasi dan juga keuntungan jangka pendek dengan melakukan trading saham. Apalagi sekarang ini banyak platform trading saham dengan minimal investasi hanya Rp 100 ribu saja.